Nopirin (2000) menyatakan bahwa permintaan adalah berbagai kombinasi harga dan jumlah yang menunjukkan jumlah sesuatu barang yang ingin dan dapat dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga untuk suatu periode tertentu. Jumlah yang diminta tidak hanya bergantung pada harga saja, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti : pendapatan, selera, perkiraan, banyaknya konsumen serta harga barang lain. Sehingga secara matematis dapat dibentuk fungsi sebagai berikut :
Qd : F (Ht, Hl, I, C,
T)
Keterangan : Qd : jumlah barang yang diminta
Pt :
harga barang yang ingin dibeli
Pl :
harga barang lain
I :
pendapatan RT
C :
jumlah penduduk
T : selera
Menurut Sukirno (2005)
teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan
harga. Permintaan akan suatu barang disebabkan oleh banyak faktor. Di antara
faktor – faktor tersebut yang terpenting adalah harga barang itu sendiri, harga
barang lain, pendapatan, corak distribusi pendapatan dalam masyarakat, cita
rasa, jumlah penduduk dan ramalan mengenai keadaan dimasa datang. Dalam
analisis ekonomi dianggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi
oleh tingkat harganya. Oleh karena itu, dalam teori permintaan yang terutama
dianalisis adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan harga
barang tersebut dan faktor – faktor lain dianggap tetap (cateris paribus).
P
|
3
|
D
|
H
|
G
|
F
|
E
|
Q
|
300
|
0
|
Gambar
1. Kurva Permintaan
Pada gambar 1. Kuva
permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri atas ke kanan
bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan
jumlah yang diminta, yang mempunyai sifat hubungan yang terbalik. Kalau salah
satu variabel naik (misalnya harga) maka variabel yang lain akan turun (misalnya
jumlah yang diminta).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar